Polisi menemukan barang bukti satu tabung racun tumbuhan merek Gramoxone. Cairan pemusnah rumput ini diduga kuat masuk ke tubuh korban. Bau menyengat zat kimia menjadi saksi bisu aksi nekat tersebut.
Keluarga menyebut Darmita sedang terhimpit beban finansial yang sangat berat. Kebutuhan belanja Lebaran meningkat tajam sementara uang tidak kunjung ada. Tekanan batin ini membuat korban gelap mata memilih jalan pintas.
“Menjelang Lebaran kebutuhan meningkat, sementara korban tidak memiliki uang,” tegas Hijrul lagi.
Penutup Kasus yang Memilukan
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah murni tanpa dendam. Surat pernyataan resmi penolakan autopsi sudah polisi kantongi dari ahli waris. Jenazah kini telah kembali ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Polisi sudah mendatangi lokasi dan mencatat keterangan para saksi mata. Laporan tuntas terkait peristiwa ini sudah masuk dalam arsip kepolisian. Kasus resmi berhenti tanpa ada tuntutan hukum dari mana pun.
Tragedi Darmita menjadi pengingat keras tentang kerasnya kehidupan ekonomi sekarang. Masalah uang jangan sampai merenggut nyawa manusia di masa depan. Semoga tidak ada lagi kabar duka serupa di hari raya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



