Menurut Fandi, coolant memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada air biasa karena kandungannya.
“Katakanlah air biasa akan mendidih pada suhu 100 derajat Celcius, tapi coolant memiliki titik didih lebih tinggi. Maka dari itu penggunaan air biasa untuk pendingin mesin bisa membuatnya cepat habis,” ucap Fandi.
Radiator pampat juga bisa membuat air radiator cepat habis. Menurut Fandi, aliran air yang tidak lancar ini akan memaksa sebagian air lebih cepat panas dan akhirnya menguap.
“Seharusnya air yang panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. Tapi jika alirannya tidak lancar air lebih mudah mendidih karena terhambat untuk didinginkan. Hal serupa juga bisa diakibatkan oleh kipas radiator yang sudah lemah,” ucap Fandi.
Jadi, ada beberapa faktor yang dapat membuat air radiator cepat habis yakni kebocoran saluran, penguapan karena tidak menggunakan coolant, aliran radiator terhambat dan motor kipas mati.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







