Implementasi dari RAD Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Manggarai Timur

Demikian juga jika kelompok-kelompok tani dan wanita tani di desa Poco Lia berminat untuk berusaha hortikultura.

“Aneka benih hortikultura yang disediakan oleh Dinas Pertanian untuk tahun ini, antara lain semangka, melon, kacang panjang, terung, dan jenis yang lain,” kata Mias.

Rikhardus Roden, mengingatkan peserta untuk aktif berdiskusi dengan Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat menyikapi dampak perubahan iklim. Perubahan iklim sudah sedang terjadi di Manggarai Timur maka semua pihak bekerjasama mengatasi dampaknya sebab pangan harus tetap tersedia di setiap rumah tangga. Dan, petani tidak boleh kehilangan sumber penghidupan.

Dia juga menyampaikan bahwa berdasarkan infomasi dari BMKG Lasiana Kupang terkait perkiraan musim kemarau yang dikeluarkan minggu lalu (26/3/2024) menyatakan bahwa musim kemarau akan mulai berlangsung pada dasarian kedua bulan April dan puncaknya pada agustus 2024.

Merespon informasi ini, Rikhard menawarkan peserta untuk menanam sorgum dan sayur-sayuran untuk tujuan pangan, gizi, ekonomi dan ekologi dengan menerapkan pertanian organik karbon dan cara pemasaran model berjejaring.

Adam, salah satu anak muda yang tertarik beragrobisnis menyambut baik upaya pemerintah  untuk mendorong orang muda menjadi petani. Dia meminta kepada pemerintah agar orang-orang muda dilatih tentang pertanian organik, pemasaran dan juga menyediakan ternak sebagai elemen penting dalam usaha hortikultura secara organik.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses