Lebih lanjut, mias menjelaskan bahwa Penurunan hasil padi juga terjadi, dan dinilai relatif tinggi paada 5 tahun terakhir, kurang lebih 11.28 persen. Fakta ini muncul tidak terlepas dari pengaruh kekeringan dan hujan dengan intesitas tinggi.
Belajar dari pengalaman ini maka Tahun 2024 ini, Pemerintah Daerah menyediakan beberapa mesin pompa dan isap air serta memperbaki beberapa saluran irigasi untuk menjamin ketersediaan air di lokasi persawahan Rana Loba dan Toka sebagai langkah adaptasi dan mitigasi.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi bulan maret 2024 lalu, ungkap mias, menyebabkan terendamnya padi pada luasan mencapai ratusan hektar di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara. Dan, hal ini berpengaruh terhadap menurunnya produksi padi.
Mempertimbangkan situasi yang sudah terjadi pada tahun sebelumnya akibat perubahan iklim maka pemerintah kab. Manggarai Timur pada tahun 2024 membuat program/kegiatan penanggulangan dampak perubahan iklim guna memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sorgum, jagung (varitas Bisi18 dan NK Sumo), padi tahan kering (varitas inbrida/biofor) dan hortikultura.
Target luasan lahan dari masing-masing komoditi, yaitu, sorgum 250 hektar, penangkaran benih padi 25 hektar, dan padi untuk pangan 800 hektar. Target benih padi yang dianggarkan oleh Dinas Pertanian atas dukungan dari Pemerintah Pusat sebanyak 30 ton benih untuk dibagikan kepada para petani pada periode musim tanam (MT) Oktober 2024-Maret 2025 (Oktomar).
Dia menambahkan, sedangkan benih sorgum akan didistribusikan pada bulan Mei dan Juni. Untuk itu, para petani di Poco lia diminta menjadi sasaran program ini dengan mendaftarkan diri, caranya mengisi formulir daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan