Gemuruh Takbir Sambut Idulfitri 1446 H di Reo: Edukasi Kebersamaan dan Toleransi Warnai Malam Kemenangan

Camat Reo, Theobaldus Junaidin, dalam sambutannya juga menyampaikan pesan edukatif tentang makna Idulfitri dan pentingnya persatuan. “Malam ini adalah malam kemenangan setelah sebulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa. Kemenangan ini hendaknya kita rayakan dengan penuh syukur dan kesederhanaan, serta mempererat tali persaudaraan antarsesama, termasuk dengan saudara-saudara kita dari agama lain. Kehadiran kita di sini dalam keadaan sehat adalah nikmat yang patut kita syukuri, dan kegiatan takbiran ini adalah salah satu cara kita mengekspresikan rasa syukur tersebut,” ujarnya.

Beliau juga mengapresiasi peran Polsek Reo dalam menjaga keamanan, menunjukkan sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat.

Rute takbiran keliling yang dilalui umat muslim ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Dimulai dari Masjid Besar Nurul Huda, iring-iringan bergerak melintasi Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari Reo. Kemudian, menuju Gereja Efata Reo, dan berakhir di Pelabuhan Kedindi, sebelum kembali ke titik awal.

Pemilihan rute ini menjadi pembelajaran nyata tentang toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjalin harmonis di Reo. Interaksi positif dan saling menghormati antarumat beragama adalah nilai luhur yang terus dijaga di wilayah ini.

Panitia takbiran dari kalangan umat muslim juga memberikan edukasi tentang pentingnya mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung. Larangan berboncengan bagi yang bukan muhrim, anjuran berpakaian sopan sebagai cerminan akhlak mulia, larangan membawa senjata tajam demi keamanan bersama, larangan berboncengan tiga yang membahayakan keselamatan, serta kewajiban mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan knalpot racing yang mengganggu ketertiban umum, semuanya disosialisasikan dengan baik kepada para peserta umat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel