Gek Diah juga membantah berbagai isu yang berkembang. Ia menegaskan tidak pernah membuat ataupun terlibat dalam video asusila bersama pihak lain.
Menurutnya, video yang beredar hanya menampilkan dirinya seorang diri dan tidak sesuai dengan berbagai narasi yang berkembang di media sosial.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keaslian video maupun berbagai klaim yang beredar di internet.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran konten yang berpotensi melanggar privasi seseorang.
Fenomena video viral di media sosial kerap memicu rasa penasaran publik. Tak jarang, berbagai tautan dengan klaim “video asli”, “full video”, atau “versi lengkap” bermunculan dan menyebar dengan cepat melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Namun di balik rasa penasaran tersebut, terdapat risiko serius yang perlu diwaspadai. Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa banyak tautan viral justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk menyebarkan malware, mencuri data pribadi, hingga mengambil alih akun korban.
Biasanya, pengguna diarahkan untuk mengklik tautan tertentu yang mengaku berisi video viral. Setelah itu, korban dapat diminta mengunduh aplikasi, mengisi data pribadi, atau masuk menggunakan akun media sosial.
Jika dilakukan, pelaku berpotensi memperoleh akses terhadap informasi penting seperti nomor telepon, alamat email, kata sandi, hingga data perbankan yang tersimpan di perangkat.
Selain ancaman malware, masyarakat juga perlu memahami adanya risiko hukum terkait penyebaran konten yang belum jelas sumber dan keasliannya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











