Adapun selama perayaan Festival Golo Curu berlangsung, kelompok Ekraf binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai menampilkan ragam produk unggulan seperti fashion, kuliner dan kriya (kerajinan tangan), yang seluruhnya merupakan hasil karya tangan para pelaku Ekraf sendiri.
Dirinya juga mengakui bahwa peningkatan omzet selama festival juga dipengaruhi oleh durasi kegiatan yang berlangsung selama lima hari.
“Biasanya event yang digelar dinas hanya berlangsung tiga hari. Jadi dengan waktu yang lebih panjang, mereka punya peluang lebih besar untuk menjual produknya,” ujarnya.
Ia menyebut, sebagian besar peserta berasal dari Kecamatan Langke Rembong. Sementara untuk tingkat kecamatan lainnya, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok yang potensial untuk dibina oleh dinas.
“Dulu sempat ada beberapa kelompok di tingkat kecamatan, tapi tidak aktif lagi karena terkendala tenaga terampil. Ke depan, kami harap ada lebih banyak pelatihan untuk memperluas jangkauan dan penguatan Ekraf hingga ke desa-desa,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan