Cepat, Lugas dan Berimbang

Fenomena Musim Bukber: Reuni yang Kadang Berujung CLBK

Masalahnya bukan pada bukbernya. Bukber itu bagus silaturahmi, mempererat hubungan.

Yang kadang jadi drama justru hal-hal kecil yang muncul setelahnya.

Reuni membuka kembali memori lama

Ketemu teman sekolah yang sudah puluhan tahun tidak bertemu. Dulu sekolah cuma saling senyum di kelas. Sekarang ketemu lagi, sudah sama-sama dewasa. Obrolan nostalgia mulai keluar.

“Dulu kamu duduk di bangku belakang ya?”

“Kamu dulu paling pintar di kelas.”

Awalnya biasa saja. Tapi nostalgia memang punya kekuatan aneh.

Tukar nomor, lanjut komunikasi

Setelah acara selesai, nomor telepon sudah saling tersimpan. Dari situ komunikasi mulai intens lagi.

Awalnya cuma kirim foto reuni.

Lalu lanjut komentar.

Lalu chat pribadi.

Nah di titik ini kadang muncul istilah: CLBK -Cinta Lama Bersemi Kembali. Atau kata bapak bapak komplek: “Cinta lama bobok kembali.”

Sebenarnya banyak yang tetap biasa saja. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa godaan emosional kadang muncul dari nostalgia.

Mulai membandingkan kehidupan kita

Melihat teman sekolah yang dulu biasa saja, sekarang sudah sukses. Ada yang jadi pengusaha, yang karirnya bagus, ada yang tampil lebih mapan.

Lalu tanpa sadar muncul pikiran:

“Dulu dia suka sama aku ya…”

“Kalau dulu aku pilih dia mungkin hidupku beda…”

Padahal itu hanya ilusi nostalgia.

Lupa bahwa kita sudah punya pasangan

Kadang kita terlalu larut dalam suasana nostalgia sampai lupa bahwa kita sudah punya pasangan.

Mungkin sebagian orang tetap bisa menempatkan diri dengan baik. Mereka datang bukber hanya untuk silaturahmi dan tertawa bersama mengenang masa lalu.

Tapi ada juga sisi lucunya.

Emak-emak kalau sudah mau bukber biasanya persiapannya luar biasa.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN