Cepat, Lugas dan Berimbang

Fenomena Caleg dan Caleg-Caleg (AN) Munculkan Banyak Sejarawan Baru

Menurutnya, Caleg benaran itu paham akan jobdesnya, sehingga benar-benar memperjuangkan hak masyarakatnya atau konstituennya.

“Kalau yang satu ini, caleg-calegan ini biasanya hanya sekedar meramaikan suasana dengan tujuan mempengaruhi peta politik atau arah dukungan masyarakat. Tidak paham tugas, kadang kalau tidak sesuai target mereka bahkan bisa pindah partai.” Tutur Piter Bota.

Piter mengakui bahwa itu adalah pilihan dan hak mereka. Hanya saja, lanjutnya sebaiknya kader partai politik harus melakukan pendidikan politik kepada masyarakat tanpa harus mempermainkan hak masyarakat.

“Kader partai politik harus jalankan pendidikan politik kepada masyarakat, jangan mempermainkan suara masyarakat. Kalau orientasi hanya cari sensasi dan mencari popularitas mendingan jangan mencalonkan diri. Karena kasihan suara masyarakat yang memilih orang yang tidak punya niat untuk maju menduduki kursi legislatif,” tegas Piter Bota, yang juga wartawan infopertama.com, Minggu (02/04/2023).

“Jika tidak punya niat untuk bertarung pada pemilu 2024 mending jangan mencalonkan diri karena sangat mempengaruhi peta politik dan peta dukungan masyarakat. Kita jadinya kasian lihat kandidat yang serius untuk maju dan punya niat untuk memperjuangkan suara masyarakat,” papar pegiat sosial asal Reo itu.

Ia mengingatkan bahwa DPRD sebagai mitra kerja pemerintahan daerah, melalui tiga fungsi utama yaitu fungsi regulasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Jangan mau jadi dewan janya karena besarnya dukungan suara tapi ketika terpilih tidak mampu bersuara di ruang dewan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN