Mendapat Penjelasan dan klaim berulang dari David, kaban Pendapatan Kanis Nasak kembali menjelaskan bahwa penertiban dan penataan Paris Ruteng murni sesuai aturan demi kenyaman an bersama.
“Ini bukan kepentingan perorangan, bukan kepentingan saya, bukan juga kepentingan Bupati. Ini semua karena mau menegakkan aturan demi kepentingan bersama, baik kami pemerintah, teman-teman pedagang juga kepentingan masyarakat umum.” Ungkap Kanis Nasak.
“Kami tidak ada urusan bahwa Bapa David sudah 37 tahun di Paris Ruteng, yang kami urus itu yang menyalahi aturan, kalau salah kami tertibkan dan carikan solusinya. Tidak hanya tertibkan yang liar, juga kami tawarkan solusinya.” Tutur Kaban Kanis menambahkan.
Menurut Kaban Kanis, jika David terus-terusan keukeh dengan pendiriannya tentu akan merugikan dirinya sendiri. Sebab, ia akan terus dikomplain yang tentu membuatnya tidak nyaman. Lebihnya, pasti akan lebih sering dipanggil petugas ke kantor yang bisa menyita waktunya berjualan.
Demikian Kanis, berharap agar David kembali secara mandiri membongkar lapak darurat miliknya. Dan, berharap David fokus berjualan serta tidak dipanggil lagi ke kantor Pendapatan karena ulah berulang-ulang.
Hal itu pun disetujui David agar membongkar kembali lapak daruratnya agar tidak menimbulkan konflik sesama pedagang di Paris Ruteng.
Pantauan media, pembongkaran kedua ini dilakukan 20 Maret 2025 sebulan setelah pembongkaran pertama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







