Ia berharap generasi muda NTT mulai mempersiapkan diri melalui pendidikan dan penguasaan keahlian di bidang panas bumi. Dengan demikian, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan sektor energi di wilayahnya sendiri.
“Saya berharap generasi mendatang mulai belajar geothermal sehingga ketika pembangunan berjalan, masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama, memimpin, sekaligus menjaga wilayahnya sendiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana berencana mengembangkan program studi geothermal. Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga ahli lokal yang siap berkontribusi di industri panas bumi sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
“Tujuannya agar ketika pengembangan geothermal dilakukan secara masif, masyarakat NTT telah memiliki sumber daya manusia andal yang mampu berkiprah di sektor ini,” tambah Philiphi
Dengan potensi panas bumi yang besar, pengembangan geothermal di Flores diharapkan tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat kemandirian energi di NTT.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyambut baik dukungan dari kalangan akademisi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk memastikan pengembangan geothermal berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







