Ketiga, memperkuat kredibilitas pemerintahan karena efisiensi anggaran dapat menjadi instrumen politik untuk menunjukkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Keempat, efisiensi anggaran juga bisa memperkuat stabilisasi ekonomi dengan cara mengurangi pemborosan dan mencegah potensi inflasi akibat belanja negara yang tidak terkendali.
Dampak politik
Max Weber dalam karyanya yang berjudul Economy and Society (1922) membahas konsep birokrasi rasional, bahwa efisiensi dan efektivitas dalam organisasi dicapai melalui struktur hierarkis yang jelas, pembagian kerja yang spesifik, dan aturan serta prosedur yang ditetapkan.
Weber menekankan bahwa pendekatan birokratis yang rasional dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumber daya, termasuk dalam konteks anggaran. Namun, efisiensi anggaran harus dikalkulasikan secara cermat, tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga dampak sosial politiknya.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, antara lain, pertama, soal dukungan politik. Jika tidak dilakukan dengan cermat, pemotongan atau pengalihan anggaran bisa menimbulkan reaksi negatif dari aktor politik, termasuk parlemen dan partai koalisi yang bergabung dalam kabinet.
Kedua, resistensi birokrasi. Para birokrat yang sudah mapan dan nyaman cenderung memiliki resistensi terhadap kebijakan yang mengurangi anggaran mereka, yang bisa berujung pada kurangnya efektivitas implementasi. Pendekatan humanis (tak sekadar instruktif) diperlukan untuk mengefektifkan kebijakan efisiensi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







