Masyarakat Desa Wogo yang berada di sekitar kawasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko sebelumnya telah menerima berbagai bentuk dukungan dari PLN. Dukungan tersebut meliputi penyediaan ruang informasi wisata, pembangunan sarana dan prasarana MCK, penyediaan lapak dagang desa wisata, serta pelibatan tenaga kerja lokal dalam kegiatan proyek geothermal.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari PLN. Bantuan peralatan ukir bambu ini akan kami manfaatkan untuk menghasilkan produk kerajinan yang dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Wogo,” ujar Hans.
Ia berharap program pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas masyarakat serta membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan di sektor pariwisata desa.
“Melalui kerja sama yang berkesinambungan, kami berharap kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Wogo dapat terus meningkat,” tambahnya.
Konsultan Pengawas PLTP Mataloko, Bastian Jayawardhana, menilai bahwa pelatihan yang diberikan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dalam waktu satu minggu, peserta telah mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan bambu.
“Produk yang dihasilkan antara lain hiasan lampu dan wadah air minum. Ke depan, produk-produk ini masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” jelas Bastian.
Ia menambahkan, pengembangan desain dan peningkatan kualitas produk perlu terus dilakukan agar kerajinan bambu tersebut dapat menjadi identitas khas Kampung Adat Wogo.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











