Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pembahasan APBD Tahun Anggaran 2025 dan 2026 merupakan proses yang cukup menyita waktu dan energi. Namun, berkat komitmen dan kerja sama yang baik antara DPRD dan Pemerintah Daerah, seluruh tahapan pembahasan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Terkait kondisi fiskal daerah, Bupati Manggarai menegaskan bahwa kapasitas fiskal daerah masih terbatas akibat tingginya ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong optimalisasi pinjaman daerah sebagai salah satu langkah strategis pembiayaan pembangunan.
“Pinjaman daerah yang telah disepakati sebesar Rp100 miliar merupakan langkah strategis untuk menutup kesenjangan fiskal dan memastikan program-program prioritas pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dalam menggali potensi daerah dengan memanfaatkan payung hukum yang telah tersedia, termasuk penyesuaian tarif pajak dan retribusi daerah.
“Mari kita jalankan amanat peraturan daerah secara konsisten agar pendapatan daerah dapat meningkat dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat dapat dikurangi secara bertahap,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Manggarai atas kemitraan yang konstruktif sepanjang tahun 2025.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan