Diskominfo Manggarai Gelar Trauma Healing di SDI Wase Wengke, Ajak Anak Kembali Ceria Pascagempa

Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Mikael menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk memahami langkah dasar dalam melindungi diri saat bencana terjadi.

Sesi ini berlangsung santai dan interaktif. Para siswa diberi kesempatan untuk merespons, menjawab pertanyaan, hingga menceritakan kembali pengalaman mereka saat gempa terjadi. Sesi mendengarkan ini menjadi wadah penting bagi anak-anak untuk mengolah dan mengekspresikan pengalaman mereka dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

Bernyanyi dan Bergoyang Bersama

Keceriaan makin bertambah saat Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Matilda Herlina Irma, bersama Kepala Bidang Persandian, Vonny Jemada, dan Tim Diskominfo lainnya mengajak para siswa bergerak rileks.

Lewat gerakan sederhana, tepuk tangan, dan nyanyian bersama, tim Diskominfo mengajak anak-anak melepaskan sisa kekhawatiran. Suasana kian hangat ketika petikan gitar mengiringi lantunan lagu yang disuarakan bersama.

Suara nyanyian dan tawa riang memenuhi ruang kegiatan. Tanpa sekat, para siswa bersama tim Diskominfo bergoyang dan saling menyemangati, menikmati setiap momen kebersamaan.

Memulihkan Rasa Aman

Kegiatan trauma healing ini tidak sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan bagian penting dari proses pemulihan psikososial. Melalui interaksi yang positif, anak-anak didorong untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kenyamanan mental pascabencana.

Kehadiran jajaran Pemkab Manggarai yang mengajak bernyanyi dan tertawa bersama membawa pesan kuat bahwa anak-anak tidak berjuang sendirian dalam menghadapi situasi sulit ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel