Bupati Hery turut menyinggung persoalan klasik seperti politik uang dan netralitas ASN. Ia mengakui menjaga netralitas aparatur sipil negara bukan hal mudah, sebab mereka juga bagian dari masyarakat yang memiliki hak politik. “ASN juga zoon politicon,” ucapnya disambut tawa peserta.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu harus diperkuat sebagai lembaga permanen dalam sistem demokrasi, bukan hanya lembaga adhoc yang hadir saat pemilu.
“Bawaslu itu wasit. Dan pertandingan tidak bisa berjalan baik tanpa wasit,” tandasnya.
Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam setiap proses demokrasi.
Rapat kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Bawaslu dalam menghadapi dinamika pemilu ke depan, serta menjamin kualitas demokrasi yang sehat dan berintegritas di Kabupaten Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







