Menanggapi hal tersebut, Bupati Hery Nabit mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih itu tidak hanya membanggakan Felix Edon dan Sanggar Wela Rana tetapi seluruh masyarakat Manggarai.
“Penghargaan ini, saya kira, adalah dorongan tambahan. Alasan utama yang membuat Pa Felix berkarya adalah dorongan hati karena kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai itu selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah Pa Felix ada dan menghidupkan musik tradisional ini. Sekali lagi, terima kasih untuk itu,” ungkap Bupati Hery Nabit yang dalam waktu dekat juga akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas upaya menjaga warisan budaya Manggarai melalui program Revitalisasi Rumah Adat yang mulai dikerjakan pada tahun 2025 lalu.
“Kita ada di jalur yang sama. Orientasi pemerintah adalah mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai. Kalau niatnya sudah sama, kita bisa bekerja sama lebih banyak. Kita akan lihat seperti apa polanya, yang pasti kita sudah di jalur yang tepat,” tambahnya.
Dirinya juga mengapresiasi kerja kesenian yang dilakukan oleh Felix Edon di Sanggar Wela Rana yang melibatkan para pelajar dari usia SD hingga Perguruan Tinggi, serta kelompok difabel.
“Kalau sisi ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan terutama dalam konteks memajukan kebudayaan. Ada banyak pihak yang memiliki perhatian pada perempuan, anak, dan teman-teman difabel. Pa Felix sudah memulainya di Wela Rana, saya kira itu sangat baik,” jelas Bupati Hery Nabit.
Beberapa Pencapaian di Bidang Kebudayaan
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi (KKT) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell turut hadir dalam audiensi tersebut menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan RI yang diterima oleh seniman Manggarai itu merupakan satu dari beberapa capaian penting di bidang kebudayaan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






