Menurut Bupati dua periode ini, membangun sebuah kebiasaan baru membutuhkan proses, komitmen, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung program tersebut agar semakin berkembang.
“Mari kita mulai. Jangan menunggu semuanya sempurna baru kita bergerak. Yang terpenting adalah kita memulai, kemudian bersama-sama memperbaiki dan menyempurnakannya. Saya yakin Car Free Day ini akan menjadi budaya baru yang membawa manfaat bagi masyarakat Manggarai,” katanya.
Ruang Sehat dan Penggerak Ekonomi Lokal
Bupati Hery Nabit juga menilai Car Free Day bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan.
Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan tersebut juga memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk lokal.
Ia berharap semakin banyak masyarakat, komunitas, pelaku seni, pelaku UMKM, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat pada pelaksanaan Car Free Day berikutnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Car Free Day adalah milik seluruh masyarakat Manggarai. Mari kita ramaikan bersama, berolahraga bersama, mendukung UMKM, menjaga kebersihan, dan menjadikan Natas Labar–Motang Rua sebagai ruang publik yang sehat, aman, nyaman, dan produktif,” ajaknya.
Pelaksanaan Car Free Day perdana di Natas Labar–Motang Rua diikuti ratusan masyarakat, komunitas olahraga, pelaku UMKM, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai. Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen menjadikan Car Free Day sebagai agenda rutin setiap hari Sabtu dengan berbagai penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











