Itu berarti, Pater Yosep mengingatkan, sebagai orang-orang katolik, kita diundang untuk selalu membaca dan merenungkan kitab suci untuk mendapatkan pesan dan panduan untuk kehidupan kita.
Tema bulan kitab suci yang diusung pada tahun ini, jelasnya, adalah Allah Sumber Kasih dan Keselamatan. Tema ini sengaja diangkat karena pengalaman COVID-19 tahun 2019 yang mewarnai hidup dan perjalanan kita kurang lebih 3 tahun, tahun 2020 sampai dengan 2022 kemarin, itu meninggalkan dampak yang sangat masif.
Umat di seluruh Dunia, dan khususnya di Indonesia, ungkapnya, sangat merasakan dampak negatif dari Pandemi COVID-19 dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi tetapi terlebih dalam hidup kerohanian kita. Selama 3 tahun berturut-turut, gereja kita ditutup, pelayanan terhadap sakramen dibatasi, kegiatan-kegiatan hampir tidak ada, dan pengalaman seperti ini terus berlanjut.
Krisis iman seperti ini, lebih jauh dia menerangkan, terus mewarnai perjalanan hidup kita juga hari- hari ini, kita merasa kecewa, kalau Allah sungguh mencintai kita, kenapa Dia memberikan kita penyakit yang telah merenggut jiwa saudara-saudara kita, menimbulkan krisis perekonomian, perpecahan di dalam keluarga kok bisa terjadi seperti itu. Pertanyaan itu terus menghantui dan menjadi pergulatan kita, karena itu, bulan kitab suci sengaja mengangkat tema ini, untuk menyadarkan kita bahwa apapun situasi hidup yang kita alami dan kita rasakan hari ini, Allah tetap mencintai kita, Allah tetap berpihak kepada Kita. Dan, Allah itu terus berjalan bersama kita. Buktinya, setiap hari ada cahaya matahari, dia terbit dari timur dan terbenam di barat, hujan terus turun menyirami bumi menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan bagi kita, dan angin masih terus bertiup, banyak pengalaman-pengalaman konkrit yang membuktikan bahwa Allah itu mencintai kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan