Ruteng, infopertama.com – Segenap Umat Katolik di Indonesia diajak untuk memberi perhatian khusus terhadap Kitab Suci. Konsili Vatikan Ke II tahun 1965, menegaskan bahwa Kitab Suci adalah Santapan Jiwa selain Ekaristi. Karena itu, orang-orang katolik diharapkan membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari sebagaimana kita menikmati makanan jasmani. Pertanyaan untuk kita sekalian, sudah sejauh mana dalam keluarga-keluarga kita, kita memberikan fokus perhatian terhadap kitab suci. Pernyataan dan pertanyaan reflektif ini disampaikan oleh Pater Yosep Masan Toron SVD, dalam kotbahnya pada perayaan misa untuk pencanangan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2023 tingkat Paroki, Minggu (3/9/3023) di Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong.
Umat sekalian, saya ingat tahun lalu juga saya pernah ada di sini, ungkap Pater Yosep, untuk membuka dan mengalami kegiatan Bulan Kitab Suci. Tema Bulan Kitab Suci yang kita renungkan tahun 2022, adalah Allah Sumber Harapan Hidup Baru. Dan, kembali tahun ini lembaga biblika Indonesia mengangkat lagi tema hampir sama, yaitu Allah Sumber Kasih dan Keselamatan Kita.
Bapak Ibu dan Saudara-saudari yang terkasih, tanya Pater Yosep, kenapa kita selalu omong tentang Kitab Suci, ada apa dengan kitab suci, maka selalu dari waktu ke waktu kita bicara tentang hal ini.
Tahun 2020, cerita Pater Yosep, Mgr. Siprianus Hormat, setelah beberapa tahun ditabiskan menjadi Imam, kami mengundang dia untuk bersama kami merayakan pesta Santo Arnoldus, tanggal 15 Januari. Dalam kotbah yang disampaikan oleh beliau pada waktu itu, Ia mengatakan SVD dan SSpS telah berkarya di Manggarai lebih dari 100 tahun. Sejak tahun 1913 SVD mulai berkarya di sini (Keuskupan Ruteng).