Berno Beding, Dosen PBSI UNIKA St Paulus Ruteng Raih Peringkat Dua Nasional Lomba Menulis Opini

Dunia Pendidikan
Bernardus T. Beding, Dosen pada UNIKA Santu Paulus Ruteng

Demikian juga dengan agama. Seturut hakikatnya yang historis, agama tidak pernah dihayati dalam suatu kevakuman. Ia memiliki sesuatu yang oleh Paus Fransiskus disebut ‘Hati yang mondorong kita untuk datang, melihat, dan mendengarkan. Dan hati itu pula yang menggerakkan kita berkomunikasi secara terbuka dan ramah’. Artinya, agama terlibat dan menyatu dengan kemanusiaan manusia, dalam setiap pergulatan hidup manusia, pada setiap perubahan yang terjadi.

Paus Fransiskus memberi ‘obat’ untuk menyembuhkan realitas ‘kegilaan’ dan berbagai persoalan hidup sosial manusia, yakni ‘berbicara dengan hati’. ‘Obat’ tersebut merupakan pesan beliau untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 pada 21 Mei 2023.

Paus ingin mengatakan bahwa agama memiliki concern terhadap realitas dan situasi dunia nyata. Saya boleh katakan, Paus ingin menegaskan keberadaan agama; bahwa agama tidak sekadar memuaskan ‘Zeus di puncak Olimpus’, tetapi sebaliknya memiliki ‘program Kristiani—sebagaimana ditulis Paus Benediktus XVI—yakni ‘hati yang melihat’. (Ensiklik Deus Caritas Est, art.31, 25 Desember 2005)

Opini Selengkapnya anda bisa baca di sini

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel