Ia juga menyoroti rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, karena banyaknya sampah yang berserakan di jalan umum tanpa ada yang mengakui sebagai pemiliknya. Optimis tahun 2026 menjadi momentum perbaikan dalam pengelolaan sampah.
“Terutama dalam peningkatan pendapatan retribusi. Banyak sampah yang berserakan terutama di jalan, tapi ketika ditanya pemiliknya, mereka tidak mau mengaku. Tahun depan berharap kita dapat penambahan armada untuk angkut sampah,” ujarnya.
Menurut Hani, tentu dengan penambahan armada pengangkut sampah di tahun mendatang dan dukungan dana pinjaman, retribusi sampah dapat mencapai target. Langkah ini dinilai penting untuk menunjang operasional dan memperluas jangkauan layanan. Sehingga target pendapatan tahun depan dapat tercapai lebih maksimal.
Demikian Hani menerangkan, peningkatan capaian retribusi tidak semata bergantung pada ketersediaan sarana pendukung. Edukasi berkelanjutan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penentu utama. Pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari RT/RW, sekolah, komunitas, hingga institusi pemerintah.
“Kita butuh kerja keras dari petugas penagih di lapangan, tapi juga perlu dukungan dari lurah, RT/RW, dan ketua KBG sebagai penggerak di lingkungan masing-masing,” terang Hani.
Ia berharap ke depan masyarakat semakin sadar akan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung program pemerintah melalui kepatuhan membayar retribusi.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah hanya dapat dicapai jika semua pihak bergerak bersama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











