Dalam kesempatan itu, Akhmad Khambali juga menyampaikan poin-poin penting dalam moderasi beragama.
“Terkait dengan moderasi beragama khususnya kita coba sosialisasikan di Sumatera Utara. Bagaimana ada kesinambungan antara jiwa dan rohani agar toleransi beragama di Sumatera Utara lebih di kedepankan,” ucap Khambali.
Ia menjelaskan artinya tidak ada penindasan di salah satu agama, tidak ada unsur sara dan lain sebagainya. Karena kaitannya ini menjelang Pilpres 2024 dan tentu ini harus bisa mengedepankan bahwa politik adalah politik yang santun, politik yang damai, politik yang toleran.
“Sehingga jangan sampai masyarakat kita, khususnya di Sumatra Utara ini mudah diadu domba. Mudah sebarluaskan berita-berita yang tidak benar, berita-berita hoax,” bebernya.
Menurutnya, karena kaitannya dengan moderasi beragama ini selalu dikedepankan orang-orang yang tidak suka dengan kelompok-kelompok tertentu itu dengan berita hoax.
“Karena apa, berita hoax hakikatnya ini diciptakan oleh orang-orang pintar tapi jahat. Dan, disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh,” ucapnya.
“Nah, harapan kita masyarakat Sumatera Utara sudah mulai cerdas, mulai santun, mulai bisa memilah dan memilih sesuatu yang bisa memberi maslahat khususnya untuk masyarakat Sumatera Utara,” tambahnya.
Ia pun meyakini masyarakat Sumatera Utara adalah masyarakat yang cerdas.
“Saya yakin, kalau dari pengamatan saya secara babiniyah, isu SARA di Sumatera Utara ini akan mudah terdegradasi. Karena hakikatnya masyarakat di Sumatera Utara ini sangat cerdas. Sangat betul-betul bisa memilah dan memilih mana yang namanya adu domba mana yang bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat itu sendiri,” ucapnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

