Nilai budaya ini terbukti menjadi fondasi sosial yang kokoh dalam merajut tali persaudaraan kebangsaan di antara para utusan dari Sabang sampai Merauke.
“PMKRI hidup dari keberanian berpikir dan independensi sikap. Dinamika yang terjadi di ruang sidang adalah laboratorium politik bagi kader untuk menguji rasionalitas serta etika kepemimpinan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan MPA PMKRI 2026, Irenius Asin, menyoroti dimensi tata kelola kegiatan serta pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah selama kegiatan berlangsung.
Menurut Iren, mengelola ribuan peserta dengan tingkat dinamika yang tinggi membutuhkan ketahanan manajemen serta pendekatan komunikasi publik yang profesional.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada pihak keamanan, khususnya Polres Manggarai dan Dandim 1612/Manggarai, yang mengedepankan pendekatan persuasif, terukur, dan profesional dalam mengawal seluruh rangkaian agenda sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Iren juga memberikan penekanan khusus atas peran objektif insan pers serta dedikasi tanpa lelah dari seluruh tim panitia lokal dan senior alumni yang ikut terlibat melancarkan seluruh pelaksanaan kegiatan.
“Kerja keras panitia lokal dalam memastikan ketercukupan pelayanan logistik dan sarana prasarana, didukung fasilitasi terbuka dari Pemda Manggarai dan Keuskupan Ruteng, menjadi kunci keberhasilan operasional kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya ikut mendukung kerja kepanitiaan,” ujar Iren.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











