Cepat, Lugas dan Berimbang

Apakah KBG Masih Menjadi Wajah Hidup Gereja?

Keterlibatan anak-anak dan orang muda dalam SEKAMI dan OMK juga masih rendah. Dalam banyak hal, ini tidak lepas dari kurangnya kesadaran dan pemahaman orang tua tentang pentingnya pembinaan iman sejak dini. Akibatnya, Gereja menghadapi tantangan serius dalam membangun keberlanjutan iman generasi muda.

Di sisi lain, kehidupan KBG sering kali masih bertumpu pada ketua, tanpa pembagian peran yang jelas. Hal ini membuat partisipasi umat tidak berkembang secara maksimal, dan semangat persekutuan menjadi lemah.

Semua ini menunjukkan bahwa persoalan utama kita bukan sekadar pada kegiatan, melainkan pada kedalaman iman. Ketika iman belum sungguh menjadi cara hidup, maka keterlibatan pun menjadi pilihan tambahan, bukan kebutuhan.

Di tengah kenyataan ini, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang jujur dan mendasar: apakah KBG masih sungguh menjadi wajah hidup Gereja?

Jawabannya: belum sepenuhnya.
KBG masih hidup sebagai wadah, tetapi belum selalu menjadi cara hidup iman yang nyata dan transformatif.

Namun harapan tetap terbuka. Pembaruan selalu mungkin, jika ada kesadaran dan kemauan untuk berubah.

Arah Pembaruan yang Mendesak

Agar KBG kembali menjadi wajah hidup Gereja, beberapa langkah mendasar perlu ditegaskan:

Pertemuan KBG harus bermakna, tidak hanya doa, tetapi selalu ada Sabda, sharing hidup, dan aksi nyata.

Dimensi diakonia harus dihidupkan, dengan kepedulian konkret kepada umat yang sakit, miskin, dan menjauh.

Keterlibatan semua umat perlu dibangun, bukan hanya didominasi kelompok tertentu.

Semangat memberi perlu dimurnikan, sebagai ungkapan iman, bukan beban.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN