Antisipasi Kerawanan Pangan, Pemda Manggarai Kolaborasi dengan TNI AD Jaga Ketahanan Pangan

Menurut penghitungan teknis, jelas Hery Nabit, kalau kita tanam sekarang ini berharap panen itu akan ada di bulan Agustus pertengahan hingga akhir.

Selain jagung, upaya khusus menjaga ketahanan pangan ini  juga ada padi sawah di 11 ribu Ha. Artinya, penyebarannya hampir seluruh wilayah kabupaten Manggarai itu dilakukan upaya khusus penangan baik oleh Dinas pemerintah kabupaten Manggarai, maupun bersama-sama dengan TNI AD.

Fokusnya pada Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai), kalau kedelai itu konsentrasinya di wilayah Manggarai Utara yaitu di kecamatan Reok dan Reok Barat.

Sementara untuk pupuk, Bupati Manggarai memastikan masih memiliki ketersediaan stok yang cukup.

“Tuk pupuk ketersediannya cukup sesuai data dari dinas pertanian. Dan, untuk jagung sendiri kita akan lihat mana kelompok tani yang sawahnya tidak ditanami lagi untuk musim tanam ini sehingga itu bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan pupuk dari jagung. Kan tidak semua lahan untuk musim tanam ini bisa ditanami padi sawah.”

Sementara itu, Dandim 1612 Manggarai, Dryan Priambodo yang diwakili Kasdim 1612 Manggarai, Kolonel Infantri Topan Novianto yang ditemui di lokasi menegaskan TNI AD, Kodim 1612 Manggarai siap melakukan pendampingan secara terus menerus kepada para petani di Manggarai.

Hal itu, jelas Topan sebagai tindak lanjut dari MoU dari kementerian pertanian dengan TNI AD.

“Kami dari kodim 1612 Manggarai intinya menindaklanjuti MoU dari kementerian Pertanian bersama TNI khususnya Angkatan Darat (AD). Selaku Kodim tindaklanjutnya melakukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten Manggarai untuk melakukan pendampingan dalam rangka menjaga ketahanan pangan dalam mengatasi kerawanan pangan.” Ungkap Kasdim Topan Novianto, Jumat, 31 Mei 2024.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN