“Jadi, kita butuh listrik ke depan. Kita butuh listrik, tapi kalau kita tolak terus, sampai kapanpun kita tidak akan mandiri secara ekonomi, mandiri secara energi dan kita tergantung terus pada dunia luar.” Tegas Ferdy Hasiman.
Bahkan, kata Ferdy, jika ini (Geotermal) dieksplorasi maka investasi pariwisata semakin naik, semakin baik. Negara-negara di Eropa sekarang mereka akan berinvestasi di Labuan Bajo. Tetapi, kalau pake PLTU Rangko, PLTU Ropa, mereka akan tanya, jadi listriknya dari mana? dari Batubara. no (tidak).
“Jadi minta maaf, tolong, kita butuh investasi untuk bangun ini daerah. Salah satu motor penggerak investasi di daerah ini adalah energi, dan energinya sekarang adalah harus masuk energi hijau. Kita sudah masuk dalam transisi energi.”
Dan, “Sebagai anak Manggarai, saya berharap bapak-bapak, teman-teman aktivis mari kita berdiskusi. Saya ingin berdiskusi dengan teman-teman aktivis, dengan teman-teman wartawan, mari kita bertukar pikiran tetapi jangan ambil pengetahuan di luarnya karena kita bisa menyerapnya. Bapak-bapak ini (Tim PLN) punya pengetahuan lebih, kita harus rendah hati tuk belajar dari para ahlinya agar kita bisa paham.”
Demikian Ferdy Hasiman, menegaskan dirinya berani menerima Geotermal di Flores karena ada unsur transisi energi, Energi Baru Terbarukan.
“Kita sangat membutuhkan Geotermal sebagai energi hijau, energi transisi yang jika dikembangkan terus, saya sangat yakin akan sangat banyak investasi yang masuk ke Flores terutama pariwisata, baik pariwisata alam, pariwisata budaya pun pariwisata Religi.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







