Kalau tidak ada Geotermal, Flores ini mungkin tidak dilirik, apalagi dengan investasi pariwisata. Ingat, ada ahli yang mengatakan bahwa investasi di abad 21 bukan tambang lagi. Selama ini, kita bertumpu pada barang ini (tambang).
PLTP (Geotermal) Beda dengan Tambang
Demikian Ferdy Hasiman yang berlatar belakang peneliti tambang dan aktivis tolak tambang sangat memahami dunia pertambangan memastikan bahwa Geotermal beda dengan Tambang.
Bagi saya, PLTP (Geotermal) dengan Tambang itu beda. Geotermal yang diambil uapnya yang dengan teknologi canggih diatur sedemikian rupa tidak berbahaya terhadap lingkungan. Sementara tambang, yang saya tau dan saksikan di Sulawesi hingga Halmahera itu kegiatan tambang asal gali saja, tidak ditutup setelah lubah tambang itu menganga. Akibatnya, terjadi kerusakan lingkungan di berbagai daerah. Maka Tambang seperti ini di Pulau Flores apalagi dengan aset pariwisata yang menjanjikan di masa depan yang harus kita jaga.
“Dan, untuk kita jaga tentu kita butuh ketahanan energi tapi tidak tergantung pada energi dari luar, minyak dan batu bara. Karena itu, PLN mengambil resiko dalam pengembangan geotermal di Flores dengan investasi yang mahal, resiko ditolak masyarakat, resiko sebagai perusahaan yang dicitrakan negatif.” Tutur pria kelahiran Waling, Manggarai Timur yang sering nongol di layar TV nasional sebagai narasumber saat membahas persoalan Tambang.
Ia menegaskan, sebagai peneliti dan aktivis anti tambang, sebagai anak kampung daerah Manggarai ia sangat mengerti keberadaan daerahnya, yang kedepannya, daerah ini sangat butuh listrik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







