“Jadi, kita butuh minyak impor sekitar 60% untuk bisa memenuhi komsumsi dalam negeri, bensin, solar, batu bara dan segala macam termasuk listrik. Sejak pertama Jokowi menjabat sebagai presiden apa yang dia ideal-idealkan untuk kemandirian energi itu tidak ada karena kita tergantung penuh kepada minyak yang hampir 60 persen kita impor.” Jelas Hasiman.
Menurutnya, negara ini akan semakin sulit kalau hanya mengandalkan BBM.
Kalau listrik di Pulau Flores yang notabena tidak memilki ladang minyak yang membutuhkan investasi besar, mahal, kata Ferdy Hasiman, kita di Flores suatu saat tidak memiliki listrik, karena tidak memiliki sumber listrik.
Sebagaimana diketahui, sumber energi listrik di Flores masih didominasi BBM dan Batubara. Energi ini, kata Ferdy dalam KTT Glasgow tahun 2021 yang membahas perubahan iklim, COP26, banyak presiden dunia yang memprotes, memberi imperatif kepada presiden Jokowi kalau setelah KTT Glasgow masih menggunakan unsur carbon dalam kelistrikan dan segala macam maka mereka akan mundur atau tidak mau berinvestasi di Indonesia.
Atas dasar itu, kata Ferdy melanjutkan, PLN sekarang sedang berupaya tuk melakukan suntik mati terhadap PLTU-PLTU yang ada di Indonesia. PLTU menggunakan tenaga Batu bara yang memiliki unsur carbon yang tinggi, jadi kotor, energi kotor.
Sekarang, sudah ada kesempatan untuk menggunakan energi transisi, kita sekarang masuk ke transisi energi. Flores ini daerah yang mendapat berkah karena memilki banyak kandungan panas bumi atau Geotermal.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







