Ketika Gibran Dipecat dan Jokowi Tidak, PDIP Main 2 Kaki

Written by

in

Jakarta, infopertama.com – Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam mengingatkan situasi saat ini tidak menguntungkan buat PDIP.

Sebab, partai banteng merah itu tidak kunjung mengambil sikap tegas terkait status kadernya Gibran Rakabuming Raka yang tak taat perintah partai dengan menjadi cawapres dari Prabowo Subianto.

Umam menilai sudah sangat terang benderang bagi PDIP untuk mengambil sikap tegas seperti yang ditunjukan saat menangani Budiman Sudjatmiko yang mbalelo dengan mendukung Prabowo.

“Budiman dipecat karena mendukung Prabowo. Nah yang dilakukan Gibran sudah melampaui Budiman, bukan hanya mendukung tapi jadi cawapresnya Prabowo,” kata Umam.

Begitu juga untuk menanggapi sikap PDIP kepada Jokowi. Kata Umam, tidak mungkin PDIP tidak tahu bahwa kalau restu politik Jokowi di balik keberanian Gibran menerima cawapres Prabowo.

“Misalkan, kalau punishment ditegakkan ke Gibran, kenapa Jokowi tidak?”

Atau di awal pencapresan, Ketika Ganjar terang-terangan mengkampanyekan maju Capres, namun DPP PDIP mencalonkan Puan Maharani. Ketika itu, sikap PDIP juga nano-nano.

Terungkap alasan kenapa PDIP tidak mau gegabah mengambil tindakan tegas ke keluarga Jokowi, lanjut Umam, karena PDIP tidak mau mengambil risiko politik, terutama jelang Pemilu 2024.

Sebab, di dua Pemilu sebelumnya, PDIP meraup berkah dari sosok Jokowi yang fenomenal di 9 tahun terakhir dengan meraih cottail effect sebesar 6 persen dari Jokowi.

Umam juga menilai saat ini kredibilitas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga dipertaruhkan. Sebab, ia pernah melontarkan kalimat tegas bahwa dilarang bagi kader PDIP untuk main 2, 3 kaki di politik.

Laman: 1 2

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

One response to “Ketika Gibran Dipecat dan Jokowi Tidak, PDIP Main 2 Kaki”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses