Ruteng, infopertama.com – Pekerjaan Bore Pile paket jalan long segment di jalan Ruteng-Reo dengan anggaran yang bersumber dari APBN Thn. Anggaran 2022 sebesar kurang lebih 15 milyar kini jalan tersebut dalam kondisi rusak.
Sebagai pelaksana proyek, PT. Floresco diminta untuk bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut. Dan, dorongan dari beberapa kalangan agar BPKP NTT melakukan pemeriksaan fisik lokasi jalan bangunan bore pile (fondasi dalam) yang fokus pada penanganan longsor.
Pengamat kebijakan publik asal Manggarai Timur, Yohanes Oci meminta agar BPKP NTT turun dan periksa konstruksi bangunan jalan untuk mengetahui apakah sesuai dengan spek atau tidak.

“Silahkan BPKP NTT periksa konstruksi bangunan bore pile itu apakah sesuai dengan spek atau RAB yang ditentukan apa tidak. Itu kan baru satu tahun dan itu masih dalam pemeliharaan. Makanya PT. Floresco selaku penanggungjawab dan pelaksana proyek harus bertanggungjawab dan BPKP periksa itu kinerja perusahan. Karena itu anggaran yang sangat besar dan bersumber dari APBN,” tegas Yohanes Oci Pengamat Kebijakan Publik Univ. Sutomo via sambungan telepon, Selasa (21/02/2023).
Lebih lanjut Yohanes Oci turut meminta Pemerintah Kab. Manggarai melalui dinas PUPR dan inspektorat juga PPK untuk lakukan pemeriksaan fisik jalan.
“Pemda Manggarai harus jalankan juga fungsi kontrolnya walaupun itu dana APBN dan akses jalan negara. Tapi sebagai pemda wilayah hukumnya harus memastikan semua pekerjaan fisik harus menjaga kualitas dan tidak merugikan keuangan negara,” lanjut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sutomo ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp ChanelÂ
Â



