Ruteng, infopertama.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) Maumere unit Labuan Bajo secara resmi menghentikan upaya pencarian Armada W Jeferson (14), Korban Tenggelam di Tiwu Pai, Wontong, kecamatan Reok Barat, Manggarai.
Armada atau Armendo adalah pelajar kelas II SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng, yang berasal dari Orong Lembor, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Penghentian ini dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026 siang tepat pukul 13.44 WITA setelah selama 7 hari upaya pencarian Korban tidak ada tanda-tanda ditemukan. Berbagai upaya Basarnas selain melakukan penyelaman di Tiwu Pai juga melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai, namun hasilnya nihil.
Yudha, safety Officer atau petugas keselamatan di Area Kerja Basarnas dalam keterangannya bahwa penangan hari pertama saat kondisi debit air belum terlalu besar langsung lakukan penyelaman di kedalaman sekitar 7 Meter.
Ia menambahkan, upaya penyisiran dibantu Kapolsek Reok, Polairud, aparat TNI dan masyarakat juga menyusuri hingga ke Muara.
Tak hanya itu, Basarnas juga sangat terbuka terhadap berbagai masukan terkait upaya-upaya alternatif pencarian korban sesuai saran keluarga korban, masyarakat lokal terutama terkait beberapa ritual. “Termasuk, pada hari ini dilakukan misa atau perayaan Ekaristi di sini.” Ujar Yudha di hadapan Bupati Manggarai, Hery Nabit di lokasi Tiwu Pai, Sabtu, 17 Januari 2025.
Ia memastikan, Basarnas dalam upaya pencarian Korban dilakukan secara total, tidak setengah hati. Sebab, kesedihan ayah korban adalah kesedihan kami juga karena kami yang hadir di sini juga adalah seorang ayah, seorang suami yang menjadi tulang punggung keluarga.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






