Kitab Suci sebagai santapan jiwa
Pater Yosep Masan Toron SVD, Ketua Bible Center SSpSSVD Ruteng, menyatakan rasa senangnya saat bertemu dengan anggota Kelompok Disabilitas Desa (KDD) dan anak-anak disabilitas dalam pertemuan tersebut.
“Saya sangat senang dapat bertemu dengan Bapak-Ibu dan anak-anak sekalian,” katanya.
Meskipun memiliki keterbatasan fisik, anggota KDD dan anak-anak disabilitas tetap memiliki harapan dan optimisme. Keterbatasan fisik tidak membuat mereka putus asa. Mereka telah berjuang untuk membuat kehidupan lebih baik.
“Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari bimbingan dan animasi yang dilakukan oleh Yayasan Ayo Indonesia,” kata Pater Yosep.
Ia menegaskan bahwa disabilitas bukanlah kutukan. “Keterbatasan apapun bentuknya, kita tetap dapat menampilkan diri sebagai citra Allah yang sempurna.”
Pater Yosep berharap anggota KDD akan rajin membaca kitab suci sebagai sumber kekuatan, inspirasi, dan motivasi dalam melakukan diakonia melalui usaha sayuran.
“Kitab suci adalah santapan jiwa dan pedoman hidup. Dengan membaca kitab suci, kita pasti akan menemukan kehadiran Tuhan yang menyertai kita dan membuat hidup kita lebih berkualitas.”
Bapak Mikael Madel, salah satu anggota KDD, menyatakan bahwa kitab suci telah menjadi kekuatan baginya. “Pasang surut dalam membangun kehidupan keluarganya dipandang sebagai satu hal yang biasa. Tidak perlu putus asa dalam menghadapi soal, tetap sabar dan berjuang sebab kitab suci yang mengajarkan saya tentang Tuhan Yesus yang tersalibkan (tanda kemenangan).” Untuk mendapatkan sukacita, kebahagian, perlu kerja keras dan pengorbanan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan