Bahkan ia mengusir warganya karena tak mau mencabut laporan itu di Polres.
“Saya sampai kapanpun tidak akan mencabut laporan tersebut,” ucap Sugiyono, perwakilan dari LSM yang membantu wali murid.
“Oke kalau nggak mau cabut, besok pagi kamu harus keluar dari (desa ini), karena kamu sudah bikin ribut,” ancam kepala desa kepada wali murid yang telah melaporkan dugaan pungli.
Kepala Desa itu terus mengamuk dan menyayangkan aksi wali murid yang mengambil keputusan sendiri.
“Kalau masih bisa dirembuk ya dirembuk,” lanjut kepala desa berseragam loreng hitam tersebut.
Hingga anggota LSM itu penasaran mengapa kades itu mati-matian membela LSM.
“Jenengan (Anda) back up sekolahan?” tanya perwakilan LSM.
Ia lalu menjelaskan alasannya tak terima dengan laporan ke Polres.
“Kamu itu lucu, iuran anak sekolah kok dilapori?” tanya kadea berseragam loreng.
“Lho kalo keberatan gimana? ini kan sekolah negeri” timpal perwakilan dari LSM.
“Harusnya dirembuk dulu” ucapnya bersama dengan anggota ormas lainnya.
Namun Kades itu tak terima dan terus membentak-bentak pria dari LSM tersebut.
Bahkan kades tersebut mengatakan akan menghabisi pria LSM itu.
“Tak pangan koe,” kata kepala desa.
“Yo wes tinggal dimakan,” sahut angota LSM.
Kades itu juga menegaskan agar wali murid itu segera pindah dari desanya.
“Kalau nggak mau cabut laporan pindah dari sini,” kata Kades.
“Jangan pindah dari sini,” sahut anggota LSM.
Sontak saja video itu membuat warganet geram, tak sedikit netizen yang setuju jika organisasi itu dibubarkan.
“Viralkan sampai ormasnya bubar .. asli gak guna tuh ormas,” tulis netizen.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











