Cepat, Lugas dan Berimbang

UPTD Puskesmas La’o Wujudkan Zona Bebas Pasung ODGJ di Delapan Kelurahan

Selain itu, penanggung jawab program ODGJ di UPTD Puskesmas La’o, Maria Evalde Tapung, mengungkapkan bahwa dari total 57 pasien ODGJ di delapan keluarahan tersebut, sebanyak 44 pasien aktif menerima pengobatan secara rutin. Sisanya, ungkap Evalde, tidak menerima obat karena berbagai alasan medis, seperti kombinasi penyakit lain, usia lanjut maupun karena telah berpindah domisili mengikuti keluarga.

Evalde menjelaskan bahwa timnya secara rutin mengunjungi rumah pasien setiap bulan, tidak hanya memberikan obat-obatan, tetapi juga melakukan perawatan menyeluruh termasuk memandikan pasien, terapi bicara, dan pendekatan emosional guna mendukung proses pemulihan mereka secara optimal. “Kami tidak hanya memberikan obat, tetapi juga melakukan perawatan diri seperti memandikan pasien, terapi bicara, dan pendekatan emosional,” ujarnya.

Untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat, petugas secara intensif berkoordinasi dengan orang tua atau anggota keluarga yang tinggal bersama pasien. Keterlibatan keluarga dinilai mempunyai peran penting dalam menjaga konsistensi pengobatan dan mendukung kesembuhan pasien.

Ia menambahkan, dari delapan kelurahan yang menjadi wilayah pendampingan, saat ini terdapat dua pasien yang kondisinya menunjukkan kemajuan signifikan dan mendekati sembuh, masing-masing di Kelurahan Golo Dukal dan Waso.

Ia mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan emosional penuh kepada pasien, menghapus stigma negatif, serta menyambut mereka kembali dengan tangan terbuka setelah pulih. “Jika mereka sudah mulai pulih, jangan jauhi. Rangkul kembali mereka, karena mereka adalah bagian dari kita,” tutupnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN