Ruteng, infopertama com – Upaya deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Manggarai menunjukkan hasil menggembirakan. Pengambilan sampel Human Papillomavirus (HPV) DNA di seluruh puskesmas setempat telah mencapai target 100 persen.
Capaian tersebut merupakan bagian dari program pencegahan dan pengendalian penyakit yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui 25 puskesmas. Metode pemeriksaan HPV DNA dinilai efektif untuk mendeteksi dini infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Manggarai, Gabriel Amir, mengatakan dari total target 700 sampel HPV DNA, seluruhnya telah berhasil dikumpulkan sesuai sasaran.
“Target pengambilan sampel di 25 puskesmas sudah tercapai 100 persen,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Menurut Gabriel, jumlah target pengambilan sampel di setiap puskesmas berbeda-beda. Target tertinggi berada di wilayah ibu kota kabupaten, Kecamatan Langke Rembong, yakni Puskesmas Kota dengan target 87 sampel dan Puskesmas La’o sebanyak 69 sampel.
Sementara itu, target terendah terdapat di Puskesmas Lemarang dan Puskesmas Loce, masing-masing dengan target delapan sampel. Pengambilan dilakukan pada leher rahim atau vagina, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi jenis virus dan menilai risiko kanker serviks.
Gabriel menegaskan, pemeriksaan HPV DNA bertujuan mendeteksi infeksi HPV sejak dini, membantu diagnosis serta pengobatan, meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan, dan menekan biaya pengobatan akibat kanker serviks stadium lanjut.
Ia juga mengingatkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian perempuan di Indonesia.
“Sebagian besar kasus terdeteksi pada stadium lanjut. Karena itu, pemeriksaan rutin HPV DNA sangat penting bagi perempuan,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



