Kemudian, istri Lasno langsung menghubungi ketua RT.
“Lalu Istri Lasno mencari Sudiki Yitno selaku Ketua RT setempat memberi tahu penemuan tersebut. Dan Lasno menghubungi Bhabhinkamtibnas Desa Bawukan AIPDA Agus,” kata Suharto.

Penemuan Bayi dalam keadaan kritis dan langsung bawakan ke RS Mitra Paramedia Ngemplak Sleman.

“Bayi tersebut memiliki berat 2,4 kilogram dengan tinggi 47 cm,” kata Suharto.
Dibuang Siswi SMP usai Melahirkan
Beberapa hari setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ibu dari bayi tersebut adalah seorang siswi SMP kelas 3 di Klaten, Jawa Tengah.
Hal tesebut dibenarkan oleh Kepala Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Klaten, Ipda Febryanti Mulyadi.
Ia mengatakan, siswi tersebut membuang bayi karena takut ketahuan oleh orang tua.
“Melahirkan bayi, lalu bayi tersebut ia masukkan kresek merah dan pelaku menarihnya di dekat jurang,” ujar Febry seperti yang melansir TribunSolo.com.
Ia melanjutkan, siswi tersebut hamil dari hubungan suami istri dengan pacarnya yang juga masih SMP. Siswi SMP tersebut melahirkan di kamarnya tanpa bantuan orang lain.
“Pelaku melahirkan anak laki-laki di kamarnya tanpa bantuan orang lain di kamarnya,” lanjut Febry
Setelah melahirkan, ia membersihkan bekas darah di lantai dan membungkus bayinya menggunakan hijab.
Ia pun sempat ke kamar mandi untuk membersihkan badan lalu mengambil gunting di dapur untuk memotong tali pusar anaknya.
“Oleh pelaku bayi dan jilbab masukkan ke plastik kresek, sekira pukul 12.30 WIB. Kresek berisi bayi tersebut ia jinjing dari rumah ke jurang dan letakkan di sela tumpukan batu,” ucapnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
