Trikotomi Realitas Sosial

Penulis:

Bagi Pepen, Marten adalah generasi ayah yang perlu kita pertahankan keberadaannya. Mengapa meski demikian, toh banyak ayah zaman now yang hidup hanya untuk penuhi kebutuhannya sendiri tanpa memikirkan kedudukannya di dunia. Bahkan ada yang sampai melakukan tindakan kekerasan kepada anak, istri ataupun sebaliknya, bahkan sampai pada kasus pembunuhan. Hal-hal seperti ini setiap hari pasti selalu ada. Setiap hari juga kita selalu mendapatkan suguhan pemberitaan seperti itu di beranda media. Buset, dunia makin kacau saja. Childfree aja deh, jika ngerasa hidup beranak itu ngerepotin banget.

Tapi sepertinya..

Setiap masa ada rasa yang tak nyaman.

Dan, Setiap status ada rasa yang tak nyaman.

Setiap pilihan ada rasa yang tak nyaman.

Sepertinya hidup memang bukan untuk dibuat nyaman.

Sepertinya hidup adalah sebuah perkara yang tak pernah berakhir.

Tantangan Memperkuat Optimisme

Seperti halnya perkara akal seorang pemuda yang berusia 28 tahun. Usia yang menurut masyarakat setempat perlu mewanti-wanti. Sebab kalau kelewatan akan expire masanya untuk menikah. Meski dalam catatan setiap insan pemuda, ada benih pikiran yang perlu diperbaiki bahkan direparasi jika memang ada kesalahan dalam diri. So, kita bukan tipe pemikir fixed mindset.

“Sebagai generasi yang masih lajang katanya bahwa ingin menjalani banyak hal. Tanpa banyak tekanan, tapi perlu ada persiapan. Masa muda baginya sebuah jalan menemui jati diri. Masa yang penuh optimis meski dilindas banyak tantangan. Tapi tantangan baginya sebuah jalan perkuat optimisime. Sebagai generasi yang masih berdiri sendiri tentu mendengar begitu banyak masukan. Ada yang baik pun yang buruk. So, kita terima saja. Ini adalah masa reparasi. Di beberapa kesempatan beberapa kerabat pernah bilang bahwa menikahlah lebih cepat. Tanpa harus menunggu matangnya usia. Hidup itu soal kita mengais rejeki. Jika memang ingin mendapat banyak rejeki menikahlah sebab sebagian rejekimu masih tersimpan di calon tulang rusukmu. Pretensi banget. Hidup memang terlalu banyak alasan yang tak masuk akal. Walllaaahhh… pusing dehh, belum hidup berkeluarga mikirnya udah pada ribet. Apakah childfree aja?” begitu Pepen melewati dan mengakhiri beragam perkara dalam komunitas kecilnya.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses