“Alhamdulillah, sekarang kami sudah punya kantin yang lebih bagus, nyaman, dan kokoh. Dengan fasilitas ini, kami bisa melayani murid-murid lebih baik lagi,” ucap Ibu Ayat.
Program pemanfaatan FABA merupakan langkah nyata PLN dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai guna. FABA yang termasuk kategori limbah non-B3 dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif ramah lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM lokal.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program TJSL ini sejalan dengan komitmen PLN untuk memanfaatkan energi dan sumber daya secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan FABA dari PLTU dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kantin di SMKN 2 Lembar menjadi contoh bagaimana limbah bisa diolah menjadi produk konstruksi yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan,” ujar Rizki.
PLN, kata Rizki, akan terus memperluas pemanfaatan FABA agar semakin banyak komunitas merasakan dampak positifnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan