Akibat pengeroyokan itu, seorang relawan mahasiswa Ners Unika Santu Paulus Ruteng dan sopir armada mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Lapangan Ruteng.
“Saat ini, kedua korban telah selesai menjalani penanganan medis awal dan dipastikan sudah kembali ke kediaman masing-masing. Penanganan hukum atas aksi penganiayaan ini sudah diserahkan penuh kepada pihak kepolisian dan sedang diproses sejak Minggu sore.” Ujar RD Beben via gawainya, Senin.
RD Beben Gaguk menegaskan bahwa seluruh tim dokter dan relawan saat ini berada dalam situasi aman dan kondusif. Penyerangan tersebut dipastikan tidak menghentikan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak, di mana tim akan terus melanjutkan agenda pelayanan kesehatan dan psikososial ke titik-titik lainnya hingga 17 September 2026.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











