“Pemda berkolaborasi dengan TNI – Polri tuk bebarengan 6 bulan ke depan dan seterusnya menjaga di Paris Ruteng dan sekitarannya agar tetap bebas dari oknum-oknum nakal yang menjajakan dagangannya sembarangan.”
Tentu, kata Kaban Kanis, aparat yang dijadwalkan menjaga akan melakukan tindakan tegas terukur manakala ada yang mau melawan.
Kaban Kanis juga sangat berharap kerjasama semua pihak terutama masyarakat yang mau berbelanja agar tidak lagi membeli ikan atau sayuran dan apapun yang dijual di pinggir jalan. “Pasar Puni tempat kita berbelanja.”
Sementara itu, Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Manggarai Alexius Harimin, SP di lokasi menerangkan bahwa penertiban hari ini bukanlah peristiwa dadakan.
“Ini semua sudah direncanakan dan sudah selama tiga minggu petugas kami dari Pol. PP melakukan sosialisasi kepada semua yang ada di pasar. Terutama, kepada mereka yang berdagang di lapak liar dan PKL di beberapa ruas jalan.” Jelas Alexius.
Pantauan di lokasi, bekas-bekas lapak yang dibongkar langsung dibersihkan petugas DLHD dan beberapa unit mobil milik Pemda Manggarai.

Anton Hani, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai bersama beberapa petugas tampak ikut membersihkan sampah yang ditinggalkan pedagang puing-puing lapak liar yang dibongkar petugas.
Anton kesal, mental pedagang yang membuang sampah di saluran drainase, padahal bak sampah milik DLHD letaknya tidak jauh dari lapak pedagang.

“Ini mental masyarakat kita, buang sampahnya di saluran padahal bak sampah kita hanya 10 meteran saja. Nanti, pas hujan begini air meluap yang disalahkan tetap petugas.” Kesal Anton sembari memungut sampah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







