Jadi sebenarnya ini takut atau hormat?
Lebih ke hormat.
Lebih ke sadar diri.
Lebih menjaga damai.
Tapi tolong juga, jangan tiap hari bendera perang dikibarkan.
Kita itu sederhana. Dikasih kopi, senyum sedikit, dihargai sedikit… selesai. Tidak perlu pidato panjang.
Semakin sering merasa kalah di rumah, semakin besar godaan untuk cari panggung di luar.
Jadi, tidak melawan istri itu sebenarnya Bukan takut. Bukan lemah. Cuma sudah capek ribut.
Umur 50 itu bukan lagi soal gengsi. Tapi soal ketenangan.
Kalau bisa damai, kenapa harus debat?
Kalau bisa peluk, kenapa harus perang?
Dan kalau bisa jawab, “Iya, Ma,” kenapa harus panjang lebar sampai jam dua pagi?
Jadi kalau lihat bapak-bapak “klakep” waktu istrinya ngomong… jangan salah sangka.
Itu bukan kalah. Itu strategi bertahan hidup.
Percayalah, segarang-garangnya bapak di luar… di rumah tetap warga biasa. Tapi ya… tetap ya Ma, sekali-sekali kasih juga kami ruang jadi pahlawan, bukan cuma terdakwa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan