Tag: Program Makan Siang Gratis

  • PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal

    PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal

    Jakarta, infopertama.com PT PLN (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik andal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). PLN pastikan keandalan suplai listrik di 238 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di 31 provinsi, dengan total kebutuhan daya lebih dari 4 Megavolt Ampere (MVA).

    Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan bahwa perusahaan BUMN harus mengambil bagian dalam mendukung program-program pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor termasuk kontribusi aktif BUMN dalam program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan BUMN memiliki peran strategis sesuai bidangnya,” ungkapnya.

    Sebagai tindak lanjut, Erick memastikan setiap BUMN, berperan aktif dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan generasi unggul yang sehat dan berdaya saing.

    “Kami meminta PLN untuk menyiapkan infrastruktur listrik yang andal sebagai sumber energi bagi SPPG atau Dapur MBG, termasuk menjangkau desa-desa, guna memastikan kelancaran pelayanan program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Erick.

    Kementerian BUMN, bersama Badan Gizi Nasional, akan membentuk Project Management Office (PMO) untuk mengkoordinasikan peran BUMN yang terlibat, sesuai dengan tugas, wilayah, dan kontribusinya masing-masing. Langkah ini bertujuan memperluas cakupan penerima manfaat program MBG.

    Laman: 1 2

  • Yesus dan Aksi Makan Siang Gratis

    (sekadar corat-coret dari Kisah Injil)

    “Orang bijak selalu menepati janji, tetapi orang paling bijak itu adalah yang berhati-hati sebelum berjanji”
    (Si Bijak)

    infopertama.com – Tindakan itu tak datang begitu saja. Itu setidaknya yang terbaca dalam Alkitab (Injil). Ia lahir dari gumpalan rasa penuh belaskasih. Seharian orang banyak mengikuti Yesus. Tujuannya jelas. Demi dengarkan kampanye akbar tentang ‘Kerajaan Allah.’

    Di temu masa sekian padat itu, tak terdengar janji-janji besar. Tak ada juga ‘omong tinggi’ nan muluk. Semuanya hanya sebatas seruan menata mental-spiritual. Katakan saja sebagai suara lembut Yesus demi sebuah ‘revolusi mental.’ Tapi, Injil juga kisahkan bahwa massa juga terperangah oleh aksi penyembuhan Yesus atas sekian banyak orang-orang sakit.

    Mari kembali ke aksi ‘makan siang gratis’ ala Yesus. Iya, itu tadi, memang sungguh lahir dari kepekaan rasa teramat dalam. Tak mungkin orang sebanyak itu disuruh pulang ‘begitu saja. Sehari tak makan dan minum bisa berakibat fatal. ‘Mereka bisa rebah di jalan’ (Markus 8:3). Dan, segala yang mereka dengar dari suara Yesus pun bisa ‘hilang tak berbekas.’ Karenanya satu tindakan harus dilaksanakan. Dan di satu kesempatan lainnya?

    “Kamu harus memberi mereka makan” (Markus 6:37). Itu titah Yesus bagi para muridNya. Apapun yang ada pada para murid mesti didayakan. Semuanya demi khalayak. Iya, demi ‘makan siang gratis.’ Sayangnya, anggota koalisi Yesus, murid-murid itu, tampak was-was. Penuh ragu. Itu berkaitan dengan seberapa tebal pundi-pundi anggaran.

    “Roti dengan total harga 200 dinar bakal tak mungkin untuk orang sebanyak itu. Walau buat seorang hanya dapatkan sepotong saja” (Yoh 6:7). Itu semacam sangsi dari Filipus. Nada keraguan juga datang dari Andreas, “…ada lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:9).

    Laman: 1 2 3 4