Tag: Penemuan Mayat

  • Terungkap, Identitas Pria yang Ditemukan Tewas dengan Leher Nyaris Putus di Kupang

    Terungkap, Identitas Pria yang Ditemukan Tewas dengan Leher Nyaris Putus di Kupang

    Kupang, infopertama.com – Polisi mengungkap identitas pria yang ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus akibat luka bacok di hutan Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/3/2025). Korban diketahui bernama Aprian Boru.

    “Awalnya, saat ditemukan korban tidak dapat diketahui identitasnya. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang baru terungkap identitasnya,” ungkap Kapolresta Kupang Kota Kombes Aldinan Manurung, Sabtu sore.

    Aldinan menjelaskan, identitas pria berusia 27 tahun itu terungkap melalui tes sidik jari menggunakan alat mambis. Aprian merupakan warga Desa Daehuti Matanae, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

    “Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan. Semoga secepatnya terungkap,” jelas Aldinan.

    Aprian pertama kali ditemukan oleh dua warga, MB dan NRI, yang melintas di lokasi kejadian dalam perjalanan menuju Desa Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

    Saat itu, mereka melihat sosok yang tergeletak di tanah dan berhenti untuk memastikan.

    Setelah mendekat, keduanya melihat mayat pria dengan luka parah di bagian leher yang nyaris putus dan berlumuran darah. MB dan NRI kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Alak.

    “Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” tutur Aldinan.

    Saat ini, jenazah Aprian masih disimpan di ruang pemulasaran RSB Titus Uly Kupang. Polisi juga menunggu pihak keluarga untuk membuat laporan resmi.

    “Kami titip di ruang pemulasaran RSB Titus Uly Kupang guna kepentingan penyidikan. Kami sarankan kepada pihak keluarga untuk membuat laporan polisi,” pungkas Aldinan.

  • Ngeri, Pria Tewas dengan Leher Nyaris Putus di Kupang

    Ngeri, Pria Tewas dengan Leher Nyaris Putus di Kupang

    Kupang, infopertama.com – Penemuan mayat pria dengan kondisi mengerikan dalam hutan menggegerkan warga di RT 10, RW 20, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/3/2025).

    Kondisi pria tanpa identitas itu mengenaskan. Lehernya nyaris putus dengan luka bacok menganga.

    Tampak jenazah pria itu mengenakan kaus hitam dan celana celana training hitam. Tangan kirinya mengenakan jam tangan hitam.

    Saat ditemukan, tubuhnya kondisi telentang di atas tanah yang ditumbuhi rumput liar. Namun, posisi kepala yang nyaris terpisah dengan leher berlawanan arah dengan badan, yakni menghadap ke tanah.

    “Saya dari tadi di tempat kejadian perkara (TKP). Ini diduga korban pembunuhan dengan cara ditebas dengan parang,” ungkap Kapolresta Kupang Kota, Kombes Aldinan Manurung menukil deti bali, Sabtu siang.

    Aldinan menjelaskan polisi menerima informasi kejadian itu pada pukul 10.30 Wita tadi. Korban diduga dibacok sekitar pukul 05.00 Wita. Sebab, kondisi mayatnya belum membusuk dan lebam mayat.

    “Kami sudah lakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab kematiannya dan juga bisa mengungkap pelakunya,” jelas Aldinan.

    Menurut Aldinan, jenazah pria itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang untuk diautopsi. Polisi juga masih menyelidiki identitasnya.

    “Identitasnya belum kami dapati. Kami belum dapatkan dompetnya yang berisi KTP maupun kartu identitas lainnya. Tetapi, tadi kami temukan handphone korban, nanti kami coba selidiki dari situ (handphone korban),” imbuh Aldinan.

    Laman: 1 2

  • Geger Penemuan Dua Mayat Mengambang di Pantai di Laboya Barat

    Waikabubak, infopertama.com – Warga dua desa di Laboya Barat dihebohkan dengan penemuan dua mayat laki-laki di lokasi kawasan pantai yang berbeda. Satu mayat ditemukan mengambang di pantai Tirung desa Gaura dan satu lagi di pantai Tarakaito desa Wetana, Kabupaten Sumba Barat – NTT, Kamis, 28/09/2023.

    Feliks Ngara, kepala desa Gaura dalam unggahan di akun Facebooknya memosting ikhwal penemuan dua mayat tersebut.

    “Penemuan dua Mayat di desa Gaura dan desa Wetana,” tulis Feliks hingga heboh dan menuai banyak komentar warganet.

    Terlihat Kondisi dari dua jenazah tersebut cukup memprihatinkan karena beberapa bagian tubuhnya sudah membangkak.

    Kades Felix Ngara ketika dikonfirmasi oleh media ini, membenarkan atas penemuan mayat tersebut. Iya benar tapi belum tahu identitas kedua korban tersebut,” sebut Feliks.

    Felix mengatakan, penemuan ini bermula dari warga setempat yang melihat hendak pergi ke Meting untuk mencari ikan. Dari situ saya mendapatkan informasi kalau ada mayat di pantai Tirung.

    “Saya kaget dan lansung pastikan untuk segera melaporkan di kepolisian setempat,” bebernya.

    Terpisah, Kasat Reskrim Polres SB, Iptu Donatus Sare, S.H, M.H yang dihubungi Wartawan menjelaskan kedua jasad korban sudah dievakuasi oleh pihak kepolisian.

    Menurutnya sekira pukul 16.30 WITA ia bersama Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Sumba Barat dan Unit Reskrim Polsek Lamboya dan anggota Pospol Laboya Barat tiba di lokasi penemuan mayat untuk mengevakuasi Jenazah Almarhum ke Puskesmas Gaura.

    Ia juga memastikan kedua jenazah itu bukanlah warga desa setempat. Hal itu berdasarkan hasil pengecekan ciri-ciri fisik terhadap Jenazah Almarhum oleh Pihak Pemerintah Desa Wetana melalui kades Wetana Petrus Laga Uma.

    Laman: 1 2

  • Terungkap Identitas Sesosok Mayat yang Ditemukan di Ruteng

    Ruteng, infopertama.com – Identitas sesosok mayat tanpa busana yang warga temukan di RT 16, RW 04, Kedutul, kelurahan Watu, Langke Rembong akhirnya terungkap.

    “Dugaan sementara, identitas sesosok mayat tersebut merupakan seorang berjenis kelamin laki-laki. Penemuan sesosok mayat ini awalnya ditemukan seorang warga bernama Florianus (Tan).” Tutur seorang warga setempat kepada infopertama.com, Minggu, 23 Juli 2023.

    Menurut warga tersebut, Florianus beberapa hari terakhir ia mencium aroma menyengat. Ia pun berusaha mencari sumber bau menyengat tersebut, hingga mencari ke plafon rumah tuk menemukan sumber bau. Ia menduga bau menyengat itu berasal dari bangkai binatang. Namun, ia tidak menemukannya.

    “Hari ini, Minggu, 23 Juli 2023, sekira pukul 11.00 Wita, ia akhirnya mencium bau menyengat yang semakin tajam yang bersumber dari sebuah lubang bekas septi tank yang tidak tertutup.”

    Kondisi sesosok mayat tanpa busana dalam sebuah lubang bekas septi tank

    Baca juga:

    Heboh Penemuan Sesosok Mayat di Ruteng

    Selanjutnya, usai memastikan bahwa sumber bau menyengat dari sebuah lubang bekas septi tank dengan kedalaman sekitar 8 Meter, seorang warga kemudian menelpon pihak kepolisian.

    Evakuasi Korban

    Camat Langke Rembong yang ditemui di lokasi menjelaskan, tuk sementara kesulitan melakukan evakuasi. Lokasi mayat cukup dalam di sebuah lubang, ada sekitar 8 meter. Dugaan sementara lubang itu seperti bekas septi tank.

    identitas sesosok
    Lubang bekas Septi tank tempat penemuan sesosok mayat di Kedutul, kelurahan Watu, Ruteng (infopertama.com)

    “Tadi sudah upayakan meminta bantuan Pinjaman tangga dari PLN tuk memperlancar proses evakuasi. Sebelumnya juga ada tangga dari BPBD tapi tidak cukup panjang.” Jelas Camat Emil Ndahur.

  • Heboh Penemuan Mayat di Balkon Rumah Aspirasi Dr Atang Irawan Blora

    Blora, infopertama.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di balkon Rumah Aspirasi Dr. Atang Irawan, bacaleg Partai NasDem Blora, pada Senin, 3 Juli 2023. Penemuan sosok mayat itu tepatnya di Kelurahan Kauman, Kecamatan/ Kabupaten Blora. Sontak peristiwa ini membuat warga setempat heboh.

    Menurut keterangan warga setempat, Wartini, mengatakan ia mengetahui penemuan mayat itu karena ada ramai-ramai di daerahnya. Menurutnya, korban merupakan warga kelahiran Desa Sasak, Kecamatan Banjarejo, Blora namun tinggal di Desa Jepon, Kecamatan Jepon.

    “Taunya sudah ramai seperti ini,” ujarnya.

    Sementara itu, Heni, ibu RT Kelurahan Kauman, mengatakan bahwa korban bernama lengkap Muhammad Fahrul Rozi alias Pesok. Korban diduga meninggal akibat tersengat listrik.

    Dia menambahkan bahwa pada Minggu, 2 Juli 2023 sekira jam 09.00 korban masih ambil kunci untuk membuka kantor Nasdem Blora. Saat itu korban mengaku hendak menurunkan bendera Parpol. Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok yang gampang akrab dengan masyarakat.

    “Orange baikan, grapyak. Baik sekali,” ucapnya.

    Sebelum ditemukan meninggal, Heni menyebut bahwa korban telah dicari pihak keluarga sejak Minggu malam namun tidak ketemu. Baru ketemu Senin, 3 Juli 2023 pagi ini.

    “Ada yang nyari, setelah dilihat di atas sudah meninggal dunia di atas balkon,” imbuhnya.

    Korban diketahui bekerja sebagai pengantar air galon isi ulang. Kesehariannya di rumah aspirasi Bacaleg NasDem tersebut, namun semenjak Minggu (2/7) siang, pihak keluarga tak mendapatkan respon saat menghubungi korban.

    Laman: 1 2

  • Heboh Penemuan Mayat di Gudang Peluru di Surabaya, Kondisinya Tragis

    Surabaya, infopertama.com – Heboh penemuan mayat seorang gadis di gudang peluru di Surabaya. Saat ditemukan, kondisinya sungguh tragis.

    Ia diketahui bernama Nurdiyana (14), gadis bungsu dari bapak Waluyo (56), Kedungmangu Timur Gang III No. 10A.

    Menurut keterangan sang ayah, Waluyo, putri bungsunya itu sudah hilang selama 3 minggu. Namun, ia malah ditemukan di sebuah gudang peluru.

    Apa yang sebenarnya terjadi?

    Matahari perlahan-lahan tenggelam mengikuti lantunan suara pujian ayat suci Alquran, sebentar lagi memasuki malam.

    Pada Minggu 7 Mei itu Waluyo (56) dan anak sulungnya, Adi Setiawan (18) tengah menemui tamu di rumah.

    Tamu itu orang asing yang memberi kabar kalau pernah melihat putri bungsunya, Nurdiyana (14) berada di Terminal Purabaya.

    Bapak warga asal Kedungmangu Timur Gang III No. 10A ini didatangi orang asing karena dua hari sebelumnya telah menyebarkan foto Nurdiyana di media sosial.

    Di media sosial itu, ia meminta tolong siapa saja yang melihat Nurdiyana untuk segera menghubunginya. Pasalnya, sudah 3 minggu Nurdiyana tidak pulang.

    Nurdiyana pergi meninggalkan rumah pada tanggal 16 April lalu sekira pukul 8 pagi. Nurdiyana saat itu pamit pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas sekolah.

    Sejak saat itu lah Nurdiyana tak pulang, nomor teleponnya dihubungi tak pernah aktif.

    Tamu itu belum pulang, tiba-tiba telepon Waluyo berdering. Ada panggilan dari Iptu Suryadi Kanit Reskrim Polsek Kenjeran.

    Waluyo diminta segera pergi ke kamar mayat RSUD dr Soetomo untuk melihat jenazah yang baru saja ditemukan di Gudang Peluru Kedung Cowek.

    Laman: 1 2

  • Mayat Baharudin Dua Hari dalam Mobil Sebelum Dibuang

    Purwerejo, infopertama.com – Pengakuan dua orang terduga pelaku yang ngaku kebingungan tuk membuang mayat Baharudin Wicaksono, Warga Kab Bantul yang jadi korban Penganiayaan sadis.

    Kedua tersangka pelaku pembuang mayat itu akhirnya terpaksa membuang jazad korban di jurang yang merupakan kebun milik warga di Dusun Kedungrante, Desa Kaligono, Kec. Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

    Mayat Baharudin Wicaksono (29) warga Bantul yang ditemukan terikat tali dan membusuk mendapatkan penyiksaan sebelum meninggal dunia.

    Pelaku penyiksaan itu oleh enam terduga pelaku warga lintas kabupaten di DIY Jateng, yakni Jogja, Sleman, Wonosobo dan Bantul.

    Mereka adalah C (28) Jogja, MM (26) Bantul, FN (25) Wonosobo, AD (24) Sleman, ID (26) Sleman, dan satu tersangka yang masih anak-anak adalah AA (17) Sleman.

    Motif dan Kronologi Penganiayaan Berujung Maut

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purworejo dalam konferensi pers Jumat (24/2/2023) menyebutkan yang melatarbelakangi kejadian penganiayaan yang berakhir dengan kematian korban adalah masalah gadai-mengadai sepeda motor antara tersangka C dengan korban.

    Tersangka C mengadaikan sepeda motornya sebesar Rp4 juta kepada seseorang lewat perantara korban. Namun korban menaikkan nilai gadai sepeda motor tersebut menjadi Rp5,5 juta.

    Rupanya, tersangka C tidak mengetahui tindakan korban yang menaikkan nilai gadai itu. Dampaknya adalah ketika tersangka C hendak menebus sepeda motor ia tidak bisa.

    Tersangka C kemudian merasa kesal. C bersama rekannya MM menjemput korban dari indekost pacar korban.

    Kemudian minta tolong sama temannya yang berjumlah enam orang secara gantian memukuli dan menganiaya korban di dalam mobil.

    Laman: 1 2 3 4

  • Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala di Nias Selatan Diduga Korban Pembunuhan

    Nisel, infopertama.com – Heboh penemuan mayat tanpa kepala di Kabupaten Nias Selatan dugaannya merupakan korban pembunuhan sadis.

    Adapun identitas mayat tanpa kepala tersebut adalah seorang wanita berinisial SL (60). Mayatnya dtemukan di wilayah tempat tinggalnya yakni di Desa Mondrowe, Kec. Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (18/02/2023)

    Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard Nainggolan, menyebutkan bahwa mayat wanita itu pertama kali dtemukan warga. “Sekitar pukul 20.00 WIB kami menerima informasi (terkait penemuan mayat tanpa kepala). Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi penemuan mayat tanpa kepala untuk mengamankan tempat kejadian,” katanya, Minggu (19/2).

    Demikian Reinhard menjelaskan, sebelum tewas, wanita itu pamit untuk membersihkan ladang yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian, suami korban bernama Talihuko Hulu pergi ke pasar di kawasan Desa Hilizalu.

    Bunuh di Lokasi Berbeda

    Saat Talihuko kembali dari pasar sekitar pukul 16.00 WIB, dia tidak menemukan istrinya di rumah. Ia kemudian memanggil tiga warga untuk membantu mencari SL.

    “Pada pukul 19.00 WIB, tiga orang saksi telah mendapati korban yang sudah tidak bernyawa dalam kondisi telentang dan kepala korban hilang,” jelas Reinhard.

    Menurt Reinhard, wanita itu telah menjadi korban pembunuhan lantaran petugas temukan ada bekas tindak kekerasan pada tubuhnya.

    “Mengingat kondisi kepala korban yang dipenggal maka dugaan korban dibunuh tidak di lokasi penemuan mayat. Namun di lokasi lain. Hasil koordinasi dengan beberapa saksi serta masyarakat bahwa korban juga tidak memiliki riwayat permasalahan sebelumnya dengan keluarga maupun orang lain,” ucapnya.

    Laman: 1 2

  • Geger, Mayat Wanita Berlumuran Darah dalam Kamar Hotel

    Blora, infopertama.com – Warga Blora gegerkan atas temuan sesosok mayat wanita berlumuran darah dalam kondisi tak bernyawa di salah satu hotel yang berada di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Petugas dari kepolisian saat ini masih olah tempat kejadian perkara (TKP) di hotel ini.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (17/1/2023) terdapat beberapa mobil dan sepeda motor parkir di halaman hotel. Terdapat juga mobil polisi warna orange tertulis tim tindak covid-19.

    Police line membentang di sekitar area tersebut. Police line juga ada di lantai dua. Beberapa petugas tampak berada di lantai 2 sedang melakukan olah TKP.

    Sementara penghuni hotel dan sejumlah karyawan terlihat duduk di teras depan kamar.

    “Saya tidak tahu mas, saya pas tidur. Pagi-pagi sebelum subuh ada yang teriak-teriak minta tolong,” terang salah seorang penghuni hotel.

    Informasi yang terhimpun, petugas sudah melarikan korban ke salah satu rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Blora.

    Kepala Polsek Tunjungan, AKP Dwi Nur Edi menerangkan korban merupakan sosok wanita. Pihaknya masih mendalami peristiwa ini lebih lanjut.

    “Korban perempuan. Luka tadi yang kelihatan menonjol di bagian leher. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan auotopsi,” jelasnya.

    Pihaknya mendapat laporan, Selasa (17/1/2023) sekitar pukul 03.30 bahwa ada temuan mayat wanita berlumuran darah di salah satu hotel yang berada di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Pihaknya langsung meluncur ke TKP.

    “Pagi ini sekitar pukul 03.30 bahwa di hotel ditemukan mayat berlumuran darah di dalam kamar, kemudian kita langsung meluncur ke TKP dan mengamankan TKP,” terangnya.

    Laman: 1 2

  • Heboh Tiga Mayat di Pantai Lalendo Kupang Ditemukan Mengapung

    Kupang, infopertama.com – Heboh, warga di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan tiga mayat laki-laki terapung di Pantai Lalendo, Desa Bolok, Minggu (27/11/2022) pagi.

    Penemuan mayat di Pantai Lalendo itu kemudian diposting di grup media sosial. Selain video ketiga jenazah warga juga menemukan dua kendaraan roda dua yang diduga milik korban.

    Dalam video yang beredar di berbagai grup media sosial, terlihat dua mayat ditemukan berdekatan. Kedua mayat itu mengenakan celana panjang karet berwarna hitam.

    Mayat sebelah kiri mengenakan baju warna merah sementara mayat di sampingnya mengenakan kaus berwarna loreng. Di samping mereka ada dua jeriken oli warna merah berukuran 10 liter.

    Sedangkan mayat yang satunya ditemukan agak jauh dari kedua mayat. Keterangan dalam video tersebut menyebutkan, “Kasihan ini kayaknya mereka selam, ada terikat tali. Mau berenang tapi tali terlilit tali”.

    Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto membenarkan penemuan tiga mayat tersebut. Ia mengungkapkan, informasi awal tiga korban itu sedang memanah ikan dan saat air laut pasang diduga tidak bisa berenang sehingga tenggelam.

    Identitas tiga mayat itu bernama Defrit Puay, Ady Frenki Puay, dan Nino Marten Puai. Mereka ditemukan terapung oleh kedua saksi, yakni Andro Hatan dan Bernadus Atin di Pantai Lalendo.

    “Tiga jenazah sudah dievakuasi oleh tim SAR ke RS Bhayangkara Kupang dan keluarga sudah datang. Kronologi lanjutan akan kami sampaikan,” pungkas Arianto melalui layanan pesan WhatsApp, melansir detik, Minggu (27/11/2022).**