infopertama.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus melakukan pemantauan program hilirisasi Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian di kabupaten Manggarai Timur, NTT, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Dr. Anny Mulyani, Tenaga Ahli Kementan RI bersama rombongan meninjau langsung lokasi Hilirisasi Perkebunan Kopi Arabika, pembibitan atau penangkaran 1.600.000 bibit kopi tahun anggaran 2025/2026 di desa Nanga Labang, kecamatan Borong, Manggarai Timur.
Pengecekan langsung ke titik penangkaran menurut Dr. Anny Mulyani untuk mengetahui proses pemilihan bibit dan kapasitas produksinya.
“Hal ini penting untuk memastikan kualitas bibit yang akan dikembangkan masyarakat guna mendukung sektor perkebunan di Manggarai Timur,” ujar Anny.
Data yang diperoleh media ini, Program Hilirisasi Pemerintah Pusat bidang perkebunan melalui Kementan di Manggarai Timur dikerjakan oleh PT Triwana Lestari Abadi.
Penangkaran Nanga Labang yang dikerjakan PT. Triwana Lestari Abadi kebagian kuota 1,6 juta batang kopi atau koker dari total 38 juta Nasional 2026.
Patrick Nendong, pelaksana lapangan PT Triwana Lestari Abadi dalam penjelasannya menyebutkan jumlah total anakan kopi yg dikerjakan di Desa Nanga Labang sebanyak 1,6 jut koker. Dengan rincian 1,1 juta Kopi Arabika jenis Gayo dan Komasti dan 500 ribu jenis Robusta Hibiro 2.
“Kopi Arabika sejumlah 1,1 juta koker untuk kabupaten Ngada, sementara sisanya, 500 ribu koker kopi Robusta untuk kabupaten Manggarai Timur.” Ujar Patrick Nendong, Kamis.
Kopi arabika khusus untuk peremajaan sekitar 500 hektar dengan jumlah sekitar 600 ribu bibit, dan perluasan/penanaman baru untuk 200 hektar dengan jumlah bibit sekitar 200 ribu.

