Surat Perintah 11 Maret atau yang dikenal dengan akronim Supersemar adalah surat perintah yang paling fenomenal sekaligus misterius. Fenomenal, karena surat perintah yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada Jendral Soeharto itu kemudian menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Surat perintah inilah yang menyebabkan beralihnya kekuasaan dari Presiden Soekarno ke tangan Jendral Soeharto.

Misterius, karena hingga kini surat perintah tersebut meninggalkan pertanyaan dan kecurigaan bahwa apakah benar Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah itu? Ataupun jangan-jangan surat perintah itu dibuat Soekarno di bawah ancaman dan paksaan Jendral Soeharto yang notabene sudah memiliki pengaruh dan kekuasaan yang kuat pada waktu itu?
Fenomenal dan misteriusnya Supersemar pada hasilnya menimbulkan petaka. Militerisme mulai mendominasi. Corak demokrasi sipil yang terbangun cukup lama berubah menjadi otoriterian militer dalam wujud Orde Baru. Naas memang, surat perintah yang dikeluarkan sang presiden untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara malah dialihgunakan untuk mengantar sang jendral menjadi presiden.


Supersemar sudah tercemar!
Semisal anda sekalian bertanya bagaimana Supersemar itu tercemar?
Saya katakan Supersemar tercemar, berdasarkan pertimbangan bahwa perintah-perintah yang termaktub dalam Supersemar tidak dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi malahan ditaburi oleh kepentingan bulus Jendral Soeharto. Mari kita lihat isi perintah Supersemar. Ada beberapa poin penting yang tercantum dalam Supersemar.
Pertama, mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas pemerintahan. Dalam hal ini, Jendral Soeharto diperintahkan Presiden Soekarno untuk mengupayakan pengendalian situasi negara yang memang sedang kacau akibat terjadinya peristiwa G 30 S yang mengakibatkan terbunuhnya 7 jendral.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
