Tiga bulan setelah Supersemar diterbitkan, akhirnya Presiden Soekarno resmi kehilangan kepercayaan dari MPRS sebagai pemberi mandat. Pada Sidang Umum ke-IV MPRS tanggal 22 Juni 1966, pidato pertanggungjawaban dan pembelaan Presiden Soekarno yang terkenal dengan nama Nawaksara; ditolak MPRS. Artinya, tamatlah riwayat Seokarno sebagai Presiden/Mandataris/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
