Literasi Keagamaan Lintas Budaya
Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah sebuah pendekatan baru yang kreatif dalam memetakan kompetensi mendasar ini, sehingga kita dapat mengembangkannya dalam diri kita untuk mampu bekerjasama dalam konteks multi-agama tanpa kehilangan identitas agama atau kepercayaan kita masing-masing.
Sikap kaum muda dalam memperkuat kohesi sosial terutama di antara orang-orang yang berbeda agama atau kepercayaan dalam masyarakat yang beragam agama yang semakin terpecah dan terpolarisasi.
Bagaimana kita dapat membangun cara pandang bahwa sekalipun kita hidup di masyarakat multireligius, kita dapat tetap bekerjasama untuk kemanusiaan tanpa harus merasa agama kita terancam? Peran pemuda seperti apa saja yang dapat dilakukan dalam melakukan literasi keagamaan lintas budaya? Kita akan membahas berbagai pertanyaan ini, serta menelusurinya dari berbagai perspektif dengan tambahan beberapa pengalaman anak-anak muda dari dalam negeri dan internasional.
PPPI Pencetus Sumpah Pemuda
Membicarakan generasi muda dalam konteks peringatan hari Sumpah Pemuda tentu bukan tanpa alasan. Generasi pemuda adalah pencetus ide-ide sumpah pemuda, mereka adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
Generasi muda membawa harapan akan terwujudnya nilai persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana tertuang dalam rumusan Sumpah Pemuda itu tidak bisa tidak mengikutsertakan peran orang muda.
Hari sumpah pemuda seyogianya menjadi refleksi diri untuk generasi muda. Mengapa hal ini khusus bagi generasi muda? Karena sumpah pemuda itu merepresentasikan sejatinya peran generasi muda yang tidak dapat dipisahkan terhadap perubahan bangsa. Generasi muda memiliki identitas yang sifatnya idealis.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

