Cepat, Lugas dan Berimbang

Sumpah Pemudi Pemuda Indonesia (Catatan Kritis HUT ke-94, Janji Setia Pemudi Pemuda Indonesia)*

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih dijajah dan terpecah belah oleh perbedaan suku, ras, agama dan bahasa, para pemuda di tahun 1928 telah bersumpah untuk bertumpah darah yang satu – tanah air Indonesia; berbangsa yang satu – bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan – bahasa Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi satu moment yang penting bagi bangsa Indonesia. Sejarah lahirnya sumpah pemuda merupakan suatu pengakuan dari seluruh generasi muda Indonesia.

Ikrar yang menyebutkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928 (94 tahun lalu), pertama kali dibacakan sebagai hasil rumusan dari rapat Pemuda pemudi atau Kongres Pemuda II Indonesia, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai momentum generasi muda. Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini.

Isi Sumpah Pemuda

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.”
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.”
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”
Pemuda Indonesia, 28 Oktober 2022

Semangat dan nilai-nilai dari Sumpah Pemuda ini telah membawa bangsa Indonesia untuk sampai kepada pintu gerbang kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Kemerdekaan Indonesia tercapai berkat kompetensi para pendiri bangsa dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan untuk dapat bekerjasama mencapai tujuan bersama tanpa harus mengorbankan iman kepercayaannya masing-masing atau berusaha mendominasi yang lain.

Seiring berjalannya waktu, kompetensi mendasar bagi kerjasama yang damai dalam masyarakat plural ini nampaknya ikut tergerus oleh berbagai faktor. Menurut Pew Research populasi dunia menjadi lebih religius. Namun ditemukan juga bahwa agama seringkali menjadi isu yang memecah belah, bahkan di negara maju, ada persepsi yang tinggi tentang konflik antar kelompok di mana agama adalah salah satu dari tiga yang paling sering dianggap sebagai sumber konflik.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel