“Jadilah mahasiswa Indonesia yang tetap merawat persatuan dalam keberagaman. Indonesia adalah rumah besar yang sudah final. Identitas lokalitas kita adalah kekayaan dan keindahan bagi rumah besar Indonesia,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa Manggarai dan Flores harus tetap bangga pada identitas budaya lokalnya tanpa melupakan rasa kebangsaan.
“Jadilah orang Manggarai atau Flores di tengah rumah besar Indonesia, dan jadilah orang Indonesia di tanah Manggarai dan Flores,” tegasnya.
Pemuda yang Tangguh dan Membawa Terang
Wakil Rektor III, Dr. Fransiskus Sawan, menilai bahwa Sumpah Pemuda adalah semangat yang harus terus hidup di tengah perubahan zaman.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah, tetapi semangat yang harus terus kita hidupi. Orang muda dipanggil untuk tetap bersatu dalam nilai, berani bermimpi besar, dan setia berjuang bersama demi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pemuda untuk menjadi pribadi yang tangguh dan membawa terang di mana pun berada.
“Marilah kita bergerak dan berkarya dengan cinta, menjadi pemuda yang berkarakter, tangguh, dan membawa terang di mana pun kita berada. Jayalah Pemuda Indonesia! Jayalah Unika Santu Paulus Ruteng!” serunya penuh semangat.
Suara Mahasiswa: Bersatu dan Berkarya
Ketua BEM, Konradus Pian, menyampaikan bahwa perjuangan pemuda masa kini bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan melawan kemalasan dan ketidakpedulian.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum sejarah, tetapi panggilan bagi generasi muda untuk menyalakan semangat persatuan dan perjuangan di tengah tantangan zaman,” katanya.
Ia mengajak mahasiswa untuk terus menjadi motor perubahan dengan menghidupi nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keutamaan Kristiani.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







